Materi 4 dari 4 · Membaca Laporan Anda
Empat angka yang perlu dipantau.
Margin kotor, margin bersih, titik impas dan ketahanan kas. Geser slidernya pakai angka usaha Anda sendiri dan lihat di mana posisi usaha Anda sebenarnya.
Materi ini untuk penguji Starter Kit.
Starter Kit sedang dalam beta tertutup. Masukkan kode dari undangan Anda untuk membaca materinya dan mengunduh lembar kerjanya.
Belum punya kode? Minta akses beta →
Di bawah ini Anda mendanai usaha. Di atasnya, 60% dari tiap rupiah berikutnya menjadi milik Anda.
Kalau pemasukan berhenti besok, Anda masih bisa beroperasi 3,0 bulan.
Margin kotor (gross margin): apa itu dan cara menghitungnya
Margin kotor sama dengan Pendapatan Penjualan dikurangi Harga Pokok Penjualan, dibagi Pendapatan Penjualan, lalu dijadikan persentase. Angka ini menunjukkan apakah harga jual Anda sudah menutup biaya pokoknya, sebelum kena biaya operasional.
Margin kotor: berapa yang wajar
Reseller atau toko retail biasanya sehat di 20-30%, usaha makanan dan minuman lebih ke 55-65%, dan usaha jasa bisa 70% ke atas. Margin yang terus melorot biasanya berarti biaya pemasok naik atau diskon sudah mulai kebablasan.
Margin bersih (net margin): apa itu dan cara menghitungnya
Margin bersih sama dengan laba bersih dibagi Pendapatan Penjualan, setelah semua beban dan pajak. Ini porsi dari tiap rupiah penjualan yang lolos dari semuanya dan benar-benar jadi laba.
Margin bersih: berapa yang wajar
Usaha kecil di Indonesia dengan margin bersih 5-15% umumnya sehat. Di bawah 5%, hampir tidak ada bantalan kalau ada satu bulan yang lesu. Margin bersih negatif dua atau tiga bulan berturut-turut sudah tanda untuk bertindak, jangan ditunggu.
Titik impas (break-even): apa itu dan cara menghitungnya
Pendapatan titik impas sama dengan biaya tetap dibagi persentase margin kotor. Ini angka penjualan di mana laba Anda tepat nol, dan di bawah angka itu Anda sebenarnya sedang mendanai usaha dari tabungan atau utang. Rumus ini memakai margin kotor sebagai pengganti margin kontribusi, yang cuma berlaku kalau Harga Pokok Penjualan Anda memang bergerak mengikuti penjualan dan tidak kesisipan biaya tetap.
Titik impas: contoh perhitungannya
Biaya tetap Rp 15.000.000 sebulan dengan margin kotor 60% butuh pendapatan Rp 25.000.000 cuma untuk impas. Penjualan di atas angka itulah yang baru jadi laba.
Ketahanan kas (cash runway): apa itu dan cara menghitungnya
Ketahanan kas sama dengan saldo kas dan bank Anda dibagi rata-rata pengeluaran kas per bulan. Angka Saldo kas dan bank yang disorot di Catatan Transaksi adalah angka pertamanya. Ini menjawab pertanyaan yang tidak pernah disentuh laba: berapa bulan lagi Anda sanggup jalan kalau pemasukan berhenti besok.
Ketahanan kas: berapa yang wajar
Ketahanan tiga bulan atau lebih memberi Anda ruang untuk bereaksi kalau ada bulan yang buruk. Di bawah satu bulan berarti satu pembayaran telat atau satu minggu yang sepi saja sudah bisa bikin Anda gagal bayar pemasok atau karyawan. Anggap itu keadaan mendesak.
Cek keempat angka ini tiap bulan, jangan tunggu akhir tahun
Margin kotor, margin bersih, titik impas dan ketahanan kas bersama-sama menangkap masalah yang tidak kelihatan kalau Anda cuma melihat Laba Rugi. Usaha bisa terlihat untung tapi tetap goyah cuma karena satu bulan yang lesu, kalau tidak ada yang memantau angka-angka ini.
Sekarang Anda paham apa yang sebenarnya dikerjakan pembukuan Anda.
Orbit mengerjakannya untuk Anda. Anda tinggal unggah rekening koran, tiap transaksi dikategorikan, kedua sisinya dicatat, dan ketiga laporan ini sudah ada di tangan Anda tiap akhir bulan.
Otomatiskan ini dengan Orbit