Materi 2 dari 4 · Dasar Akuntansi

Kenapa bulan yang untung bisa mengosongkan rekening.

Laba dan uang tunai menjawab pertanyaan yang berbeda, dan di jarak antara keduanya itulah usaha kecil sering terjebak. Geser terminnya dan lihat jaraknya melebar.

Termasuk dalam Orbit SME Starter Kit

Materi ini untuk penguji Starter Kit.

Starter Kit sedang dalam beta tertutup. Masukkan kode dari undangan Anda untuk membaca materinya dan mengunduh lembar kerjanya.

30 hari
Labanya dan uangnya berasal dari penjualan yang sama, terpisah beberapa hari. Setiap bulan Anda memberi termin, jarak itulah saldo bank Anda.
Setiap langkah setelah yang pertama adalah laba yang tidak pernah sampai ke bank, atau kas yang keluar tanpa menyentuh laba. Bulan yang menghasilkan Rp 20.000.000 berakhir turun Rp 7.000.000.
  • Laba dan uang tunai menjawab dua pertanyaan berbeda

    Laba menjawab apakah harga dan biaya Anda sudah masuk akal selama satu periode. Uang tunai menjawab apakah Anda bisa bayar tagihan hari ini. Usaha bisa saja untung di atas kertas tapi kasnya kosong.

  • Penjualan jadi pendapatan saat barangnya diserahkan, bukan saat dibayar

    Menjual Rp 10.000.000 dengan termin 30 hari langsung menaikkan Piutang Usaha (Accounts Receivable) dan Pendapatan Penjualan hari itu juga. Laba Rugi Anda sudah menunjukkan untung hari ini; rekening bank Anda baru kebagian uangnya sebulan lagi.

  • Persediaan mengunci uang Anda sebelum menghasilkan apa pun

    Belanja stok Rp 5.000.000 memindahkan kas Anda jadi Persediaan (Inventory). Uang itu mengendap di sana sebagai aset, bukan beban, sampai barangnya terjual. Jadi gudang yang makin penuh bisa menguras saldo bank yang tadinya sehat tanpa Anda sadari.

  • Prive mengurangi kas tanpa pernah menyentuh laba

    Uang yang Anda ambil sebagai Prive (Pengambilan Pemilik) tidak pernah muncul di Pendapatan Penjualan maupun di beban, jadi Laba Rugi kelihatan adem-adem saja padahal saldo bank turun persis sebesar itu.

  • Pajak final dihitung dari omzet, bukan dari uang yang sudah masuk

    Dengan basis akrual yang diajarkan kit ini, pendapatan dihitung saat barang atau jasanya Anda serahkan, bukan saat dibayar. Jadi begitu wajib pajak orang pribadi UMKM lewat omzet Rp 500 juta dalam setahun, PPh Final 0,5% jatuh tempo bulanan atas omzet di atas batas itu begitu diakui, walaupun pelanggannya belum membayar. Faktur yang belum dibayar tetap bisa memunculkan tagihan pajak yang nyata. Di bawah batas itu, di skema ini tidak ada yang terutang; kalau Anda mencatat murni berbasis kas, waktunya berbeda lagi. Lihat sheet Pengaturan Usaha.

  • Uang muka pelanggan itu kas dulu, laba belakangan

    Pembayaran di muka dari pelanggan langsung masuk rekening bank, tapi dicatat sebagai Pendapatan Diterima di Muka (Unearned Revenue), yaitu liabilitas, sampai Anda menyerahkan barang atau jasanya. Saldo kas Anda naik jauh sebelum uang itu jadi laba.

  • Bulan yang untung tetap bisa jadi bulan yang kasnya minus

    Laba Rp 20.000.000 yang sebagian besar masih mengendap di piutang baru, ditambah Rp 8.000.000 buat isi ulang stok dan Rp 3.000.000 yang diambil sebagai Prive, bisa membuat saldo bank Anda di akhir bulan justru lebih rendah daripada di awal bulan.

  • Pantau Laporan Arus Kas, jangan cuma Laba Rugi

    Laba Rugi memberi tahu Anda apakah model usahanya jalan. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) memberi tahu Anda apakah gaji karyawan minggu depan aman. Baca dua-duanya sebelum menyimpulkan usaha Anda sehat atau tidak.